Minggu, 07 Februari 2016

Seseorang yang Mencaci Kedua Orang Tuanya



Dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhuma berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, ‘Sesungguhnya yang tergolong dosa besar yang palig besar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya.’ Ada orang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang melaknat kedua orang tuanya ?’ Rasulullah berkata, ‘Seseorang mencaci bapak seseorang lainnya, kemudian orang itu (membalas) mencaci bapaknya, dan mencaci pula ibunya.’” (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim).

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua



Dari Abu Hurairah  Radhiyallahu Anhu, berkata, “Seseorang telah dating kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seraya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapa orang yang lebih berhak aku pergauli?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Ayahmu.’” (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim).

Jumat, 29 Januari 2016

Koherensi dan Diskrepansi Jiwa



Dari Aisyah Radhiyallahu Anha berkata,”Aku pernah mendengar Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jiwa-jiwa itu adalah tentara-tentara yang berpadu (dalam kesatuan yang besar), selama tentara-tentara itu dapat mengenali yang lainya maka ia akan (dapat) bersatu, tapi bila saling beradu (kepentingan) maka masing-masing tidak akan pernah bertemu.”(Diriwayatkan Al-Bukahry dan Muslim).

Memberi Makan Orang yang Kelaparan. Menjenguk Orang yang Terbaring Sakit dan Membebaskan Budak

Dari Abu Musa Al-Asy’ary Radhiyallahu Anhu berkata,” Rosulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda,’Berilah makan orang yang kelaparan,jenguklah orang yang terbaring sakit dan lepaskanlah tawanan.”(Diriwayatkan Al-Bukhary).