Rabu, 11 November 2015

Berbaik Hati dalam Bermuamalah

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah menyayangi seseorang yang berbaik hati ketika berjualan, ketika membeli dan ketika menagih hutang.” Disebutkan dalam sebuah riwayat, “… bila membayar hutang.” (Diriwayatkan Al-Bukhary, At-Tirmidzy dan Ibnu Majah).


Memuliakan Kerja yang Hina Daripada Meminta-minta


Dari Az-Zubair Ibnul-Awwam Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Seseorang di antara kalian yang mengambil talinya, lalu datang dengan membawa seikat kayu bakar, menjualnya, kemudian Allah menjaga harga dirinya dengan seikat kayu bakar itu, lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada orang lain yang entah memberinya atau tidak.” (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim). 



Kemuliaan Usaha dengan Tangan Sendiri

Dari Al-Miqdam Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak seorang pun yang makan lebih baik dari makan hasil kerja tangannya sendiri. Dan, sesungguhnya nabi Allah, Daud Alaihis-Salam, makan dari hasil kerja tangannya sendiri.” (Diriwayatkan Al-Bukhary, Abu Daud dan An-Nasay).

Meninggalkan Syubuhat


Dari An-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu Anhu berkata, “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Yang halal itu jelas, dan haram itu juga sudah jelas, dan antara keduanya adalah perkara-perkara yang syubuhat. Maka barangsiapa yang meninggalkan dosa yang menurutnya masih syubuhat maka ia lebih berhati-hati terhadap hal-hal yang telah sepenuhnya jelas (dosa). Namun barangsiapa yang berani melakukan dosa yang menurutnya masih tersamar maka ia hampir-hampir terjebak dalam hal-hal yang telah sepenuhnya jelas (dosa). Kemaksiatan itu adalah daerah kekuasaan Allah, barangsiapa yang masuk ke tanah yang subur di sekitar daerah tersebut maka hampir-hampir ia menginjaknya’.”

Dalam riwayat lain dari An-Nu’man: “Yang halal itu jelas, yang haram itu juga sudah jelas, dan antara keduanya adalah syubuhat yang tidak banyak diketahui banyak orang. Barangsiapa yang menjaga diri dari syubuhat tersebut maka ia telah membebaskan agama dan kehormatannya. Dan, barangsiapa yang masuk dalam syubuhat maka ia bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan di sekitar tanah kekuasaan yang hampir-hampir menginjaknya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap raja itu memiliki daerah kekuasaan; dan ketahuilah, bahwa daerah kekuasaan Allah, di muka bumi, adalah yang diharamkan-Nya. Ketahuilah, bahwa dalam jasad itu terdapat segumpal darah, bila segumpal darah itu baik maka baik pulalah seluruh jasad itu. Dan, bila ia rusak maka rusak pulalah seluruh jasad yang ada. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati.” (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim).