Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu,
berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa
bersumpah dengan sumpah sabar,’ dalam sebuah riwayat disebutkan, ‘ sumpah dusta
karena menginginkan harta seorang Muslim maka kelak Allah akan menemui mereka
dengan marah.’ Dalam sebuah riwayat disebutkan juga, ‘maka ia akan duduk di
atas tempat duduknya di neraka. Lalu Allah menurunkan penegasan akan hal itu,
‘Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka
dengan harga yang sedikit, mereka itru tidak mendapatkan bagian (pahala) di
akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat
kepada mereka pada hari Kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi
mereka adzab yang pedih.’ Kemudian Al-Asy’ats bin Qais berkata, ‘Apa yang
dikatakan Abu Abdir-Rahman kepada kalian ?’ Mereka menjawab, ‘Begini’. Abu
Abdir-Rahman berkata, ‘Ayat ini turun karena aku. Dulu aku pernah mempunyai
sumur di atas tanah keponakanku. Namun ia membantah (kepemilikan)ku, maka aku
adukan ia kepada Rasulullah. Beliau pun berkata, ‘(Apa) bukti kamu atau
(adakah) sumpah orang yang membantah itu.’ Disebutkan dalam sebuah riwayat,
‘Kemudian Rasulullah berkata kepadaku, (Adakah ) saksimu?’ Aku menjawab,’ Aku
tidak punya saksi.’Beliau berkata,’ Sumpahnya?’ Maka aku berkata,’ Jadi, ia
harus bersumpah dan membawa pergi uangku.’ Rasulullah berkata,’Barangsiapa
bersumpah atas sumpah sabar maka ia telah berbuat dosa…….”(Diriwayatkan al-Bukhary,
Muslim dan Ashabus-Sunan).
Jumat, 29 Januari 2016
Dosa-dosa Besar yang paling Besar
Dari Abi Bakrah Radhiyallahu Anhu, berkata,
“Rasulullah Shallallahu Anhu berkata, ‘Tidakkah aku beritakan kepada kalian
tentang dosa-dosa besar yang paling besar---tiga kali.’ Mereka menjawab,
‘Memang, wahai Rasulullah.’ Rasulullah berkata lagi, ‘(Ialah) syirik kepada
Allah dan durhaka kepada orang tua.’ Kemudian Rasulullah duduk setelah
sebelumnya bersandaran seraya berkata, ‘Ingatlah, berbicara dusta.’ Rasulullah
mengulang-ngulang kata-kata itu sehingga mengatakan, ‘Seandainya ia diam.’”
(Diriwayatkan Al-Bukhary, Muslim, At-Tirmidzy dan An-Nasay).
Memuliakan Budak dan Pembantu
Dari
Al-Ma’rur bin Suwaid berkata, “Aku pernah melihat Abu Dzarr Al-Ghifary
Radhiyallahu Anhu sedang mengenakan sepotong baju jubah, juga budaknya yang
mengenakan baju serupa. Kemudian aku menanyakan hal itu kepadanya. Jawabnya,
“Aku pernah mencaci maki seseorang, lalu orang itu mengadukanku kepada
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kemudian Nabi bersabda, ‘Apakah kamu
menghinanya karena ibunya. Sesungguhnya kmau adalah seorang yang pada dirimu
terdapat jiwa Jahiliyah.’ Kemudian Nabi menjelaskan, ‘Sesungguhnya saudara-saudara
kalian itu pembantu kalian juga, yang Allah jadikan berada di bawah kekuasaan
kalian. Maka barangsiapa yang saudaranya berada di bawah kekuasaannya,
hendaklah ia memberinya makan dari makanan yang ia makanan dan memberinya
pakaian seperti pakaian yang ia kenakan. Janganlah kalian bebani mereka dengan
apa yang memberatkan mereka, karena jika kalian membebani mereka dengan apa
yang memberatkan maka bantulah.’” (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim).
Hak-Hak Jalan
Dari Abi Sa’id Al-Khudry Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu
Alaihi wa Sallam bersabda, “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di jalanan.”
Orang-orang itu berkata, “Kami tidak punya lagi tempat karena jalan itulah tempat
kami duduk dan bercengkrama.” Rasulullah berkata, “ Jika kalian menolak untuk
tidak duduk di tempat itu, maka berikanlah kepada jalan itu haknya.:
Orang-orang itu bertanya lagi, “Dan, apakah hak jalan itu ?“ Rasulullah kembali
menjawab, “Menundukkan pandangan, jangan menyakiti, menjawab salam , menyuruh
kepada kebaikan dan menahan diri kemungkaran.” (Diriwayatkan Al-Bukhary, Muslim
dan abu Daud).
Langganan:
Postingan (Atom)



